Selain memposting cerpen terbaru 2012, aku juga sudah mempublish cerpen anak-anak 2012 dan juga novel terbaru 2012 yang pasti semua itu buat pengunjung setia blog Raziel ini. Selamat membaca...
CERPEN TERBARU 2012
Cinta Berat Di Ongkos
Oleh : Arief Kamil
Sudah masuk bulan ke dua. Kiriman uang bulanan dari kampung belum juga ku terima. Untunglah teman – teman satu kossan mau mengerti dan rela memberiku subsidiI biaya makan meski sekedar nasi dan tempe.
Sebenarnya aku mengerti dengan keadaan Bapak di kampung. Aku faham betapa susahnya memeras keringat dengan hanya bekerja disawah orang. Apalagi aku sebagai anak sulung juga melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi, di kota Padang pula.
Itu makanya aku tidak terlalu mengandalkan uang kiriman. Untuk mengatasinya, aku rela melakoni kerja sambilan sebagai penyiar di stasiun radio swasta. Hasilnya lumayan, meski tanpa sisa karena habis bayar uang semester dan ongkos pulang pergi kuliah,namun aku bersyukur sebab ditahun ketiga ini aku masih tetap bertahan dibangku kuliah.
Satu masalah teratasi, tinggal satu hal lagi yang masih memaksaku utuk tetap berfikir mencari jalan keluarnya.
Harusnya cinta bukanlah masalah. Cinta adalah kisah indah, hubungan manis dan sarana berbagi dari dua jiwa yang berbeda. Tapi bagiku cinta tak lebih dari sumber masalah. Bibit pertikaian yang seharusnya tidak pernah ada. Namun, realitanya cinta hanya membuatku tersudut dengan sederetan persoalan, klasik memang.
Mungkin aku juga yang bodoh, yang selalu memanjakan Dea dengan segala macam keinginannya. Yang terus saja mengikuti kemauan hingga ujungnya aku sendiri yang menjadi korban.
Dea adalah gadis yang dua tahun belakangan mengisi relung hati, cinta pertama yang kebetulan singgah. Mulanya hubungan itu berjalan mulus, nyaris tanpa masalah dan terasa indah. Namun lambat laun Aku mulai tau siapa Dea sebenarnya. Sosok yang mulanya lembut, penurut dan tidak banyak menuntut, berlahan mulai banyak berubah.
Andai keinginannya tidak segera dipenuhi Dea tidak segan – segan mengancam minta putus. Sudah sering gadis itu mengeluarkan kalimat – kalimat yang membuatku kalang kabut dan berusaha memenuhi kemauannya. Terakhir Dea memintaku membelikan pulsa hape –nya senilai seratus ribu, terus beli casing original seharga seratus dua puluh lima ribu. Bukan itu saja esok harinya Ia juga menuntut agar dibelikan hape CDMA keluaran terbaru. Hitung – hitung pengeluaranku minggu itu berkisar satu jutaan. Untung saja uang semester belum Ku bayar, jadinya masih sempat menunaikan keinginannya.
^^^^
" Lo serius mo minjam sebanyak itu, nggak kegedean ?, gue sih nggak masalah tapi coba dipikir lagi deh. Uang dua juta nggak sedikit loh. Lagian untuk apa sih ? ", komentar Tata disaat ku utarakan niatku buat pinjam uang padanya.
" Gue serius Ta, kebetulan honor gue belum keluar, ntar gue ganti kok "
" Gue sih percaya, paling nggak gue tau dong tu duit lo gunain untuk apa. Kalau untuk biaya kuliah, pasti gue kasih ", ujar Tata sedikit curiga.
" untuk bayar semester, sisanya bayar sewa kossan "
Untung sekali aku kenal dengan gadis cantik karyawan bank swasta itu. Meskii awalnya menaruh curiga namun akhirnya luluh juga dengan kebohonganku. Ya…beginilah, demi Dea aku rela ngelakuin apa saja, bohongin siapa saja. Andai gadis itu tidak meminta sesuatu lagi pastinya aku nggak harus jual malu, merendahkan harga diri dii depan Tata. Ya…tapi seperti itulah kenyataannya. Aku tetap saja mengikuti kemauannya, entah untuk sampai kapan.
^^^^^
" pokoknya klu ntar laptopnya g ada..awas !!,km kan bsa cash bon dulu di kntor atw pnjam sma sapa kek.ingat ya…kalu bsok sampe g ad, qt bneran PUTUS, ngerti ?? ", tulis SMS Dea ditengah hari yang terasa terik.
Hatiku bergetar, keringat dingin bercucuran menyaksikan tulisan singkat bernada ancaman. Otakku telah buntu. Posisiku benar – benar dimanfaatkan Dea untuk memenuhi keinginannya.
Kesabaranku benar – benar telah habis. Dea tidak lagi menghargaiku. Tidakkah ia berfikir tentang perjuanganku dalam mempertahankan cinta yang Ia sendiri menghianati ?. apa Dea sadar kalau cinta telah terintimidasi oleh nilai – nilai materi ?.
Dengan berat hati kubalas pesan singkat itu.
" ok, qt Pu..t..us ", klik, SMS pun terkirim.
Tanpa menunggu waktu lama, nada panggil ponselku berdering, tertulis nama Dea disana. Irama itu seolah menunggu niat baik ku untuk menjawab. Tapi…..sepertinya hatiku tidak bergetar. Rasa ini benar – benar telah mati. Ya…aku telah mati rasa.
=================
" Tuesday "
Oleh: Arief Kamil *
" Telat lagi…, belum sempat ku buka helem, tiba – tiba Mia menodongku dengan sebuah pertanyaan. Sebenarnya tidak merupakan sebuah masalah, karena ku tau gadis itu pasti keriput menunggu kedatanganku yang telat satu jam dari janji semula.
" Percuma, Dika-nya keburu pergi "
" loh, kok nggak ditahan dulu sih ? "
" tahan ?, emangnya gue Polisi ?. kaya nggak tau aja, artis sekaliber Dika pasti jadwalnya padat. Emangnya lo ?, ngaret. Janji jam dua lo nongol jam tiga.
" Ya..itu bukan kemauan gue, namanya juga accident gue kudu ngapain coba ? "
" Pasti ban motor lo bocor lagi ? ", tebak Mia diiringi anggukan kepalaku isyarat rasa kecewa.
" ya sudah, iklasin aja, siapa tau besok – besok ada kesempatan ketemu artis lagi "
" duh…hari ini gue sial banget. Sudahlah mau berangkat motor ngadat, eh baru jalan setengah kilo giliran ban yang bocor. Ujung – ujungnya gue batal ketemu dika deh. Sia…l "
" Eh… nggak hari kali yang sial, lo _ nya aja yang lagi apes. Gue sih fun – fun aja "
" Terserah…"
" Tuh…kan marah, ntar gue konfirmasi Dika lagi, biar bisa ketemu lo "
" Nah itu yang gue tunggu "
" Mau…nya… "
Entah sebuah kebetulan atau mungkin sudah menjadi kebiasan, setiap hari Selasa selalu saja kulalui dengan kesialan. Mulai dari helem kesayanganku yang hilang di parkiran, diserempet oplet, ujian Kimia yang Cuma dapat 0,5, semua terjadi di hari Selasa. Itu sih belum seberapa, di hari yang sama Mio yang merupakan kucing kesayanganku di gilas tukang ojek, trus diputusin Dodi juga terjadi di hari Selasa. Pokoknya mulai sekarang I dont like Tuesday banget deh.
***
Pagi ini merupakan pagi yang paling menyebalkan,. Bagaimana tidak, hape kesayangan yang disimpan didalam tas, terus tasnya di simpan lagi di dalam looker, eh nggak taunya barang – barang di dalamnya masih sempat hilang. Lumayan kalo Cuma dompet, fleshdisd dan jepitan rambut, tapi kalo hape kesayanganku diembat juga kan keterlaluan tuh. Mana kreditannya belum lunas lagi.
" Lo yakin hapenya kebawa ?, ketinggalan dirumah kali "
" Yakin, tadi di kelas masih sempat SMS-an kok "
" th..kan, tadi bilang nggak ada pulsa, tapi masih sempat SMS. Lo telfon aja gih, nih…", tawar Mia sambil memberikan ponselnya.
" Nggak aktif "
" Lo coba lagi, dan kalo nggak bisa juga berarti memang udah ke laut "
" nggak mau, gimana nih ? "
" ya gue nggak tau, lagian kasus kaya gini udah nggak asing kali "
" sekarang hari apa sih ? ", ujarku yang tidak tau lagi harus berbuat apa.
" ye… baru hape yang hilang udah linglung gitu, gimana kalo yang lain. Sekarang hari Selasa Non, bentar lagikan jamnya Bu Siska "
" tuh..kan, gue bilang apa. Hari Selasa emang bikin sial. Kayanya gue benar – benar sudah dikutuk ni hari deh "
" ngomong apaan sih ?, dikutuk ?, emangnya malin kundang. Uda..ah, jangan parno gitu, mending coba lagi siapa tau tadi nggak dapet sinyal ", tutup Mia sambil mencerna ucapanku.
***
" Selamat ya ", tidak ada panas apalagi hujan, tiba – tiba Mia menghampiriku sambil menunjukkan hape –nya.
" Selamat apaan ? "
" Baca aja sendiri, Dika ada waktu tuh ketemu kamu "
" Ini serius, kapan ? "
" Selasa depan ", jawab Mia singkat
" Nggak salah ", apa harus hari itu ? "
" Kenapa ?, lo takut ketiban sial lagi ? "
" Ye..lo kan tau. Sepertinya pertemuan itu batal lagi "
" Duh…Wili sayang, udah berapa kali gue bilang sih ?, nggak ada yang namanya hari sial. Selasa sama aja dengan Rabu, Kamis, Jumat dan yang lain. Percaya deh nggak ada istilah hari sial dan lo nggak dikutuk kok "
" Lo sih nggak ngerasain "
" Nggak rasaIN gimana ?, semua orang juga berada dihari yang sama. lo nya aja yang sensi, itu makanya kalo ngapa – ngapain baca do’a dulu biar nggak sial.
"be – te –we , Dika ngasih tau ke temuan dimana ? "
‘ lo ditunggu di kafe biru jam tujuh malam ", terang Mia yang sudah siap – siap untuk pulang.
***
Meski penampilanku sedikit berbeda dari biasanya, tapi nggak apa – apalah namanya juga usaha, siapa tau bisa nyangkut di hati Dika, bisa jalan trus jadian. Lumayankan ?, paling nggak bisa bikin ngiri Mia dan anak – anak yang lain. Siapa juga yang berani nolak cowok cakep, baik, artis lagi. Pokoknya Dika idaman wanita banget.
Lagi asik – asiknya menunggu, nggak taunya hape baruku berdering.
" Sory bgt Wil. Dika-nya nggak bsa dtg. Ktanya sih lagi shoting di luar kota. Sory
ya..".
" Tuh…kan…? "
===========================
" Bukan Sebatas Mimpi "
Oleh : Arief Kamil *
Orang bilang mimpi hanyalah bunga tidur dan tidak harus dipercaya. Tapi menurutku mimpi adalah lukisan perjalanan manusia dari masa ke masa. Bisa saja kejadian masa lampau, sekarang dan masa mendatang.
Banyak misteri yang tersimpan disana, banyak petunjuk meski media itu hanya sebatas bunga tidur. Mimpi adalah imaji dari harapan, beban pikiran yang terbawa disaat tidur. Ada yang bilang juga kalau mimpi merupakan Do’a yang tak jarang berbuah nyata.
Buktinya dari 24 tahun perjalanan hidupku, bisa di bilang mimpi memiliki peranan penting dari setiap keputusan dan keberhasilan yang kuperoleh. Mulai dari pendidikan, karir sampai kepada keputusanku meninggalkan kota kelahiran, yang semua bermula dari sebuah mimpi.
Dulu..disaat Bunda memintaku melanjutkan pendidikan ke SMA, Aku malah berani menolak dan lebih memilih masuk ke sekolah teknik. Ternyata keputusanku tepat, hingga memperoleh bea siswa study di sebuah Universitas ternama di kota Padang. Beberapa tahun kemudian, sebuah perusahaan BUMN memberiku kesempatan bekerja dan ditawari posisi strategis. Namun lucunya tawaran itu kutolak dan lebih memilih mengadu nasib di ibu kota. Ternyata pilihan itu tidak salah, sebab di Jakarta-lah aku bisa mendirikan perusahaan sendiri dan mempunyai ratusan tenaga kerja.
Mungkin tidak keliru bila kusimpulkan semua berawal dari bunga tidur, hingga dipuncak kejayaan ku sekarang mimpi kuposisikan sebagai penasehat spritual dari barisan keberhasilan selama ini.
Dan sekarang di detik – detik memasuki usiaku ke 25 tahun, mimpi itu datang lagi. Meski tidak pernah terfikir sebelumnya, namun mimpi mampu mengingatkanku dari perjalanan hidup sesungguhnya. Di saat orang – orang berani memutuskan pilihannya dan bersatu atas nama cinta, Aku malah menepikan itu semua dan lebih memilih pekerjaan sebagai hal yang utama. Ternyata keputusan itu salah, karena belakangan baru ku sadari jika dengan hadirnya pendamping hidup tentunya mampu memberikan energi baru dalam berjalannya hari.
Mimpi semalam sepertinya sudah cukup memberikan gambaran tentang keputusanku sekarang, bila Aku harus mencari sang pendamping hidup. Menurut petunjuknya, seseorang itu hadir di saat ulang tahunku yang ke 25, Senin depan. Anehnya wajah dan segala sesuatu tentang gadis itu seakan terekam jelas di memori otakku. Kesederhanaannya begitu menarik hati, meskipun tidak terlalu cantik namun Dialah yang selama ini yang kucari.
***
Seperti tahun – tahun sebelumnya, kali ini seluruh staf, karyawan sampai office boy dan cleaning service membuat acara tahunan di kantor, sekedar memberikan ucapan selamat di hari jadiku. Meski kecil – kecilan namun perhatian dan ketulusan mereka memberikan arti yang begitu besar, mengalahkan nilai – nilai materi.
" O..ya pak Hari, kami ada kado istimewa loh buat Bapak ", ujar seorang staf sambil melangkah ke pintu loby.
Ternyata kado yang dimaksud adalah sesosok perempuan yang menjadi kunci kesuksesanku selama ini. Dialah tokoh utama dari keberhasilan yang kuraih di Ibu kota.
" Bunda….", teriakku tidak percaya " kapan Bunda datang, kok nggak bilang dulu ? , padahal kemarin kan bilang nggak bisa datang ke Jakarta ? ".
Perempuan itu hanya tersenyum, lantas memeluk tubuh ku erat.
" Kalau di kasih tahu, bukan surprise namanya, o..Iya..Bunda bawakan kado istimewa loh buat kamu "
" Duh….kedatangan Bunda saja sudah kado terindah buat Hari ", jawabku sambil menuntaskan rinduku padanya.
" Nah, ini Dewi, anaknya bu Dibyo teman sepengajian Bunda, masih ingat ?. itu tuh cewek yang sering kamu plototin pas dia lewat di depan rumah. Kebetulan Dewi dapat beasiswa di UI, jadinya Bunda bareng datang kesini "
Aku lantas memberikan sebuah senyuman termanis kepada tamu dihadapanku. Wajahnya sama persis dengan sosok yang ada dalam mimpiku. Mungkinkah gadis itu jawaban dari bunga tidur kemarin ?, apakah mimpi – mimpi selama ini dituntaskan dengan drama happy ending lagi ?, entahlah..namun kuharap begitu.
=========================
Terima kasih telah membaca "CERPEN TERBARU 2012" di atas, jangan lupa kasih like ya... Nantinya juga akan di update cerpen-cerpen terbaru 2012 entah itu cerpen cinta, cerpen persahabatan, cerpen kesedihan dll pokoknya. Jangan lupa tekan ctrl+d buat nyimpen cerpen terbaru 2012.

