Budaya Jawa memang sangat kental dengan kemistikan, mulai dari ramalan jawa, primbon jawa, atau puasa kejawen. Salah satu kelebihan orang jawa kuno adalah perhitungan yang akurat tentang ramalan weton, perjodohan, karir, atau usaha.

Aksara Jawa, Huruf Jawa Kuno
Seperti yang pernah saya alami dan sempat saya tanyakan ke kakek saya, dulu ketika saya belum menikah, iseng saja saya tanya ke kakek yang kebetulan ahli perhitungan jawa. Pertama kakek menanyakan tanggal lahir lengkap dengan hari kelahiran / weton saya dan calon istri saya. Setelah itu, diluar kepala kakek mulai menghitung-hitung dan bergumam, "Hari ketemunya kamu dengan calon istri kamu baik, saya lahir hari sabtu kliwon, sementara calon istri lahir jumat wage, kata kakek itu baik. Selanjutnya beliau mulai menghitung rejeki, katanya rejekinya bagus di 8 tahun pertama, 8 tahun selanjutnya mengalamai penurunan, dan 8 tahun berikutnya mengalami penanjakan.Betapa tidak heran, ternyata memang benar. Baru menikah 4 bulan, saya mampu membeli beberapa bidang sawah yang harganya tergolong tinggi. Di daerah saya, jarang sekali pengantin baru yang langsung mampu membeli sawah, bahkan sampai ia punya anak sekalipun. Kalau dihubungkan dengan Agama, tentu saya lebih percaya dengan takdir dan kehendak Alloh SWT. Namun kali ini kaitannya dengan ilmu kejawen.
Bukan hanya itu, salah seorang guru sekolah yang kebetulan ia memiliki kelebihan meramal, ia mengatakan bahwa cobaan mulai berdatangan untuk istri saya, ia cuma bilang ke istri saya kalau istri saya harus benar-benar sabar dan ikhlas. Entah apa penyebabnya, ia cuma bilang itu. Dan ternyata benar adanya, karena watak saya dan istri yang jauh berbeda, sering membuat istri saya tidak sabar, dan tidak ikhlas. Istri saya tergolong orang yang 'sangat teliti' atau katakanlah pelit. Sedangkan saya, (bukan membanggakan diri) saya tergolong orang yang dermawan. Saya nggak pernah hitung-hitung kalau menolong orang. Hal tersebut yang sering membuat istri saya marah. Tapi selang beberapa bulan ini, ia mulai mengerti.
Itulah sekelumit cerita saya mengenai ramalan jawa kuno atau primbon jawa, kali ini kembali ke topik sebelumnya yaitu jenis-jenis puisi kejawen.
Puasa Kejawen / Macam-Macam Puasa Kejawen
Macam-macam puasa berdasarkan tradisi jawa adalah sebagai berikut;
1. Mutih
Ketika melakukan puasa mutih, seseorang tidak dibolehkan memakan apa-apa kecuali nasi putih dan air putih saja. Ketika dikonsumsi, nasi putihnya pun tidak boleh ditambah bahan apapun termasuk gula dan garam. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra tertentu.
2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran/buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur, dan sebagainya.
3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.
4. Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya).
5. Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.
6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja. Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.
7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih, perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.
8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.
9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.
10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.
11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.
12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.
13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam
14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).
15. Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Ada beberapa tatacara tapa kungkum yang harus dipatuhi dan biasanya dilakukan semala 7 malam.
16. Ngalong
Tapa ini juga begitu unik karena dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.
17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi.
Sumber : SuaraMerdeka
Itulah salah satu tulisan "Puasa Kejawen atau Macam-Macam Puasa Kejawen" yang bisa Raziel berikan untuk kamu, pesan saya kalau kamu orang keturunan jawa yang mau menikah dan kebetulan sudah dihitung ramalan jawa nya, jika ternyata hasilnya buruk. Sebaiknya jangan dipaksakan. Contoh kisah nyata tetangga saya sendiri yang sudah kakek saya hitung, hasilnya buruk sekali. Salah satu diantara pengantin tersebut kalau menikah akan mati. Kamu tahu ? ternyata benar adanya bahwa suami meninggal selang seminggu setelah menikah dengan penyakit yang dialaminya. Percaya tidak percaya, ramalan jawa kuno / kejawen memang jangan dianggap remeh. Trust it! Raziel.net

